Pasaman, Denbagus.co-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang puluhan warga di Kabupaten Pasaman memicu perhatian serius dari kalangan legislatif Provinsi Sumatra Barat. Ketua Komisi II DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak angkat bicara dan mendesak adanya tindakan nyata yang cepat dari pihak-pihak terkait.
Sebagai tokoh masyarakat setempat, ia mengaku sangat prihatin melihat lonjakan kasus yang dinilai sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan bagi keselamatan warga.Berdasarkan laporan medis terbaru, tercatat sedikitnya 26 orang warga Pasaman dinyatakan positif terjangkit virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Situasi semakin genting setelah dilaporkan adanya satu orang pasien yang meninggal dunia. Lonjakan angka penularan ini menjadi alarm keras bahwa ancaman DBD di wilayah Pasaman tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dan membutuhkan intervensi darurat.
Khairuddin Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasaman, menegaskan bahwa nyawa masyarakat adalah prioritas utama yang harus dilindungi. Ia meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman segera berkolaborasi menurunkan tim ke lapangan.
Menurutnya, pemetaan zona merah penularan harus segera diselesaikan agar penyebaran virus ini bisa langsung diputus mata rantainya sebelum memakan lebih banyak korban jiwa. Lebih lanjut, legislator senior ini mendorong pihak puskesmas khusus nya Pukesmas Sundata dan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok Pasaman untuk bergerak aktif melakukan fogging atau pengasapan massal di permukiman padat penduduk.
Khairuddin menekankan bahwa tindakan preventif seperti pembagian bubuk abate secara gratis kepada warga juga harus segera direalisasikan. Ia menilai langkah cepat di lapangan akan sangat menentukan dalam menekan populasi nyamuk dewasa yang menjadi agen penyebar penyakit.
Selain penanganan dari sisi medis dan pengasapan, Khairuddin juga menginstruksikan seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra di tingkat kecamatan hingga nagari di Pasaman untuk ikut turun tangan membantu masyarakat.
Ia mengimbau para kadernya memelopori gerakan gotong royong massal guna membersihkan lingkungan sekitar. Langkah nyata ini diharapkan dapat memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Pria yang akrab disapa Juntak ini juga mengingatkan masyarakat Pasaman secara luas untuk kembali menggencarkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang genangan air. Kesadaran mandiri dari lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng pertahanan paling efektif dalam mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk.
Tanpa adanya partisipasi aktif dari warga, upaya yang dilakukan pemerintah daerah tentu tidak akan berjalan secara maksimal.Menutup tanggapannya, Ketua Komisi II DPRD Sumbar ini berjanji akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus DBD ini hingga situasi di Kabupaten Pasaman benar-benar kembali kondusif dan aman.
Ia berharap koordinasi lintas sektoral antara jajaran pemerintah daerah, tenaga medis, dan elemen masyarakat dapat berjalan dengan solid demi memastikan tidak ada lagi penambahan korban jiwa akibat penyakit tahunan ini.(SA)




















