Pasaman, Denbagus.co-Seorang petani Anis berusia 57 tahun warga Batu Kambing, Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, mengalami musibah tragis tersengat arus listrik akibat rendahnya kabel milik PT PLN (Persero). Insiden memilukan ini terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.30 Wib saat korban melewati Kabel PLN di wilayah tersebut sehabis beraktivitas di ladang.
Kejadian ini langsung memicu sorotan tajam dari pihak keluarga dan masyarakat setempat terkait aspek keselamatan instalasi publik.Akibat sengatan arus bertegangan tinggi tersebut, korban menderita luka bakar yang sangat serius di beberapa bagian tubuhnya.
Luka bakar esensial terlihat jelas di bagian wajah, badan, hingga kedua belah kaki korban. Mengingat kondisinya yang membutuhkan penanganan medis spesifik, korban langsung dilarikan dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping.
Kondisi kabel listrik milik PLN di wilayah tersebut dilaporkan memang sudah terlalu rendah dan menjuntai dekat dengan area aktivitas warga. Hal ini dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa penduduk, terutama bagi para petani yang sehari-hari bekerja di perladangan. Kelalaian dalam pemeliharaan jaringan infrastruktur ini akhirnya memicu jatuhnya korban yang kini harus berjuang sembuh di rumah sakit.
Merespons peristiwa tersebut, sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala PLN ULP Lubuk Sikaping guna meminta kejelasan. Namun, sikap yang ditunjukkan oleh pimpinan instansi tersebut dinilai sangat mengecewakan. Pihak manajemen terkesan enggan memberikan transparansi informasi dan berusaha menghindar dari pertanyaan jurnalis.
Saat dihubungi untuk konfirmasi via aplikasi Whatsapp, Irwan Ardiansyah Kepala ULP PLN Lubuk Sikaping memberikan jawaban yang terkesan mengelak dari substansi masalah utama.
“Izin pak, maaf saat ini saya ada keperluan. Kemarin saya sudah bertemu dengan beberapa media dan insan pers,” ujarnya tanpa memberikan ruang penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi insiden tersebut.
Awak media juga telah melayangkan pertanyaan krusial mengenai langkah konkret yang akan diambil PLN untuk memperbaiki kabel rendah tersebut. Wartawan juga mempertanyakan komitmen PLN terkait pembiayaan perawatan medis korban selama berada di rumah sakit, apakah akan ditanggung sepenuhnya atau tidak. Sayangnya, Irwan Ardiansyah lebih memilih bungkam dan sama sekali tidak menjawab rangkaian pertanyaan penting tersebut.
Sikap tertutup dari pihak PLN Lubuk Sikaping ini menuai kritik keras dari masyarakat yang menuntut adanya tanggung jawab moral dan materiil secara penuh.
Warga mendesak PLN untuk segera turun ke lapangan membenahi seluruh jaringan kabel yang terlalu rendah di wilayah Mapat Tunggul Selatan demi menjamin keselamatan publik. Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi total agar fungsi pengawasan kelayakan infrastruktur listrik di Pasaman berjalan maksimal.(SA)




















