Pasaman, Denbagus.co-Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat sinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Sikaping dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan dan pembinaan warga binaan. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Bupati Pasaman ke Lapas dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, digelar pemeriksaan kesehatan gratis yang tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan,tetapi juga keluarga warga binaan yang datang berkunjung.
Sejak pagi, suasana Lapas tampak berbeda dengan hadirnya berbagai kegiatan yang melibatkan warga binaan dan keluarga, termasuk kegiatan hiburan dan perlombaan karaoke dalam rangka Lubuk Sikaping Idol (LUSIKA IDOL). Selain dari kegiatan perlombaan karaoke pihak LAPAS juga mengadakan perlombaan mini soccer guna menjaga kebugaran dan jiwa sportifitas warga binaan.
Warga binaan maupun keluarga yang berkunjung diberikan kesempatan untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat, termasuk warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di Lapas.
Kepala Lapas, Resman Hanafi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama pihak Lapas. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Lapas sangat dibutuhkan dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Di zaman milenial ini, kalau ingin sukses harus bersinergi,” ujar Resman.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah memberikan manfaat besar, khususnya dalam mendukung program pembinaan warga binaan. Saat ini jumlah warga binaan yang berada di Lapas mencapai sekitar 139 orang, jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan perlombaan karaoke LUSIKA IDOL dan mini soccer yang diikuti sejumlah warga binaan. Kegiatan tersebut menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka.
Dalam kesempatan itu, Wabup Pasaman turut menyapa warga binaan serta keluarga yang datang berkunjung. Ia memberikan semangat dan motivasi agar seluruh warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan penuh kesabaran dan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Saya sangat terharu melihat warga binaan yang begitu energik dan memiliki berbagai potensi. Insyaallah, dengan kesabaran kita menjalani proses kehidupan ini, saya yakin kehadiran bapak dan ibu keluarga yang ada di sini mampu menambah semangat warga binaan,” tutur Wabup.
Wabup juga mengapresiasi proses pembinaan yang dilaksanakan pihak Lapas. Ia melihat adanya berbagai pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan, di antaranya kegiatan di bidang peternakan dan perikanan.
“Insyaallah, setelah warga binaan selesai menjalani proses di Lapas dan kembali ke tengah masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Saya bersyukur melihat kondisi pembinaannya, karena ada berbagai macam pelatihan keterampilan di dalam Lapas,” ujar Wabup Parulian
Menurut Parulian, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam memberikan kekuatan moral bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Ia berharap setiap warga binaan diberikan ketabahan dan mampu menjadikan proses yang sedang dijalani sebagai jalan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Semoga keluarga dan warga binaan selalu diberikan ketabahan. Mungkin dari proses yang kita jalani ini, Tuhan akan memberikan petunjuk kepada kita untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ucapnya.
Tak hanya memberikan motivasi, Wabup Parulian juga ikut membangun suasana kebersamaan dengan turut menyumbangkan suara dalam kegiatan LUSIKA IDOL di Lapas. Aksi tersebut disambut antusias warga binaan dan keluarga yang hadir, sekaligus menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, dalam kegiatan donor darah yang juga menjadi bagian dari rangkaian agenda kemerdekaan, warga binaan tidak diperkenankan menjadi pendonor. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan dan regulasi PMI mengenai tingkat risiko serta kategori khusus yang berlaku bagi warga binaan.
Di sisi lain, pelaksanaan donor darah juga menghadapi tantangan berupa kebutuhan ketersediaan kantong darah yang harus dipersiapkan lebih dari jumlah pendonor yang tersedia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Pasaman berharap kolaborasi dengan pihak Lapas dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya dalam pelaksanaan program nasional, sinergi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembinaan, kesehatan, keterampilan dan kesiapan warga binaan agar nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Momentum HUT RI ke-81 pun menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan adalah milik seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan dengan harapan setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, bangkit dan menata kembali masa depannya.(SA)




















