Arosuka, Denbagus.co-Tim III Safari Ramadhan Kabupaten Solok yang diketuai Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, A.Md.Kep, S.Fam kunjungai Masjid Al Mukarramah Sukarami, Nagari Koto Gaek, Kecamatan Gunung Talang, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan TSR menjadi momentum menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi keuangan dan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Walinagari Koto Gaek, Mardi Handerson menyampaikan bahwa nagari tersebut terdiri dari dua jorong, Sukarami dan Linjuang Koto Tinggi, dengan jumlah penduduk sekitar 7.000 jiwa.
Ia mengungkapkan bahwa pada APBD 2026 belum terdapat alokasi pembangunan untuk Nagari Koto Gaek. Karena itu, pihaknya berharap dukungan Ketua DPRD Kabupaten Solok untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan dan sektor pertanian. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Ivoni Munir menegaskan bahwa PBB yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Ia memaparkan bahwa total pendapatan Kabupaten Solok tahun 2025 mencapai Rp1, 289 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah dan transfer pemerintah pusat. Namun kebijakan efisiensi berdampak pada pemotongan transfer ke daerah, di mana Kabupaten Solok mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp144 miliar.
Dari sisi belanja daerah, sekitar Rp700 miliar terserap untuk belanja pegawai dan sekitar Rp300 miliar untuk belanja operasional pelayanan. Sisanya dialokasikan untuk pembangunan, termasuk kewajiban 10 persen untuk biaya tidak terduga. Dengan luas wilayah 14 kecamatan dan 74 nagari serta rencana pemekaran sembilan nagari, kebutuhan anggaran pembangunan dinilai cukup besar.
Ivoni Munir menegaskan DPRD akan terus mengawal program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik. Upaya mendapatkan tambahan alokasi dari pemerintah provinsi dan pusat serta inovasi pendanaan melalui dukungan perantau juga terus didorong.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pembahasan rapat bersama SKPD terkait bantuan sosial. Sekitar 9.000 penerima BPJS PBI dari anggaran pusat tidak lagi tercover akibat peningkatan status sosial ekonomi. Data tersebut berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang pendataannya dilakukan dari tingkat pemerintah nagari/kelurahan. Secara keseluruhan, penerima BPJS gratis di Kabupaten Solok mencapai 145 ribu dari pemerintah pusat dan 64 ribu dari Pemkab, dari total 425 ribu penduduk.
Ia mengimbau pihak jorong dan nagari agar melakukan pendataan yang akurat sesuai kondisi riil masyarakat agar bantuan sosial tepat sasaran.
Terkait bencana yang melanda Kabupaten Solok akhir tahun lalu, Ivoni Munir menyampaikan bahwa Kabupaten Solok mendapat apresiasi atas sinergi Forkopimda sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyebut adanya peluang pengembalian anggaran transfer daerah yang sebelumnya dipotong, termasuk Rp144 miliar untuk Kabupaten Solok. Jika terealisasi, anggaran tersebut bisa untuk membangun kabupaten Solok. Ivoni berjanji akan memperjuangkan dan mengawal pembangunan untuk Nagari Koto Gaek.
Pada akhir kegiatan, Tim III Safari Ramadhan Kabupaten Solok menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk Masjid Al Mukarramah serta tambahan Rp2, 5 juta dari pribadi Ketua DPRD Kabupaten Solok bagi jamaah dan masyarakat Koto Gaek Guguak.
Rombongan turut dihadiri perwakilan dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Solok, Sekretaris Dinas Pariwisata, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kabag SDM, Sekdis PMPTSP Naker, Baznas Kabupaten Solok, Bagian Kesra, KONI Kabupaten Solok, dan Wartawan.(Roni Akhyar)





















